Waketum MUI Anwar Abbas: Kekuatan Ekonomi dan Politik AS Hambat Perdamaian Timur Tengah

oleh -39 Dilihat
oleh
Ketua PP Muhammadiyah, Anwar Abbas.

DEPOKNETWORK.CO – Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas menilai konflik di Timur Tengah, terutama Gaza, Palestina, akan tetap berlangsung jika pengaruh politik dan ekonomi Amerika Serikat masih kuat di panggung internasional. Menurut dia, AS bertanggung jawab sebagai pendukung utama pendudukan Israel atas kekacauan di Timur Tengah.

“Selama ekonomi dan politik Amerika Serikat masih sangat kuat, maka selama itu pulalah negara-negara lain tidak akan bisa berbuat banyak untuk menghentikan peperangan dan kezaliman yang dilakukan oleh Israel dan Amerika Serikat di kawasan tersebut,” kata Anwar dalam keterangan resminya, Senin, (07/04//2025).

Anwar juga memprediksi bahwa peperangan di Timur Tengah bisa tetap berlanjut tanpa perdamaian hingga berpuluh-puluh tahun mendatang selama Israel masih ingin mewujudkan cita-cita Israel Raya. 

Sebagai contoh, Anwar merujuk pada serangan Israel ke Gaza dalam beberapa waktu belakangan. Menurut dia, serangan itu bukan sekadar ditujukan untuk memberantas Hamas, namun juga untuk merebut wilayah Gaza. 

Jika berhasil menguasai Gaza, Anwar meramalkan, Israel akan mengosongkan daerah tersebut dengan memindahkan penduduknya ke negara lain sebagaimana rencana yang pernah disampaikan Presiden AS Donald Trump. Anwar menduga Israel kemudian akan menempatkan rakyatnya untuk tinggal di Gaza. 

Setelah menguasai Gaza, Anwar memperkirakan Israel akan menargetkan wilayah Palestina lain sebagai daerah baru untuk diduduki. Tak sampai di situ, Anwar menilai Israel juga menginginkan wilayah negara-negara lain, seperti Yordania, Suriah, Lebanon, Arab Saudi, dan Mesir. 

Menurut Anwar, posisi sulit ini membuat negara-negara Arab akan kesulitan meminta bantuan Barat, terutama AS. Sebab, jelas dia, AS akan lebih memilih untuk mendukung pendudukan Israel. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *