Video Pelajar Beli Miras Viral, Ini Respon Pemuda Muhammadiyah Kota Depok

oleh -78 Dilihat
oleh

DEPOKNETWORK.CO – Video yang memperlihatkan sejumlah pelajar membeli minuman keras (miras) dan beredar luas di media sosial mendapat perhatian dari Pemuda Muhammadiyah Kota Depok. Wakil Ketua Pemuda Muhammadiyah Kota Depok, Andi Maulana, menilai kejadian tersebut harus menjadi perhatian serius seluruh pihak karena menyangkut perlindungan anak dan masa depan generasi muda.

Menurut Andi, peredaran miras yang dapat diakses oleh pelajar tidak hanya berkaitan dengan persoalan ketertiban umum, tetapi juga menyentuh aspek perlindungan anak, pendidikan, kesehatan sosial, dan lingkungan tumbuh kembang generasi muda.

“Video yang beredar ini harus menjadi alarm bersama. Ketika pelajar bisa mendapatkan dan membeli miras, berarti ada persoalan dalam pengawasan serta pengendalian peredarannya. Anak-anak seharusnya berada dalam lingkungan yang melindungi mereka dari akses terhadap hal-hal yang dapat membahayakan masa depan,” ujar Andi.

Andi menilai penanganan persoalan tersebut tidak cukup hanya dilakukan setelah muncul kejadian viral. Menurutnya, diperlukan pengawasan yang konsisten terhadap titik-titik yang berpotensi menjadi tempat peredaran miras, termasuk memastikan pelaku usaha mematuhi ketentuan yang berlaku.

“Jangan sampai penanganan hanya berhenti ketika sebuah video menjadi viral. Pengawasan harus dilakukan secara berkelanjutan, termasuk terhadap tempat-tempat yang menjual atau menyimpan miras. Jika ditemukan pelanggaran, tentu harus ada tindakan tegas sesuai dengan aturan yang berlaku,” katanya.

Selain penindakan, Andi mendorong penguatan edukasi kepada pelajar, keluarga, sekolah, dan masyarakat. Menurutnya, upaya pencegahan harus dibangun secara bersama agar pelajar memiliki lingkungan sosial yang sehat dan mendapatkan pemahaman mengenai berbagai risiko yang dapat muncul dari penyalahgunaan minuman beralkohol.

“Pendidikan dan pengawasan harus berjalan beriringan. Sekolah, orang tua, organisasi kepemudaan, tokoh masyarakat, dan pemerintah perlu membangun ekosistem yang membuat anak-anak merasa aman, sekaligus memiliki ruang positif untuk berkembang,” ucapnya.

Andi juga mengingatkan agar masyarakat tidak menjadikan video viral tersebut sekadar sebagai konsumsi media sosial. Menurutnya, momentum tersebut seharusnya menjadi evaluasi bersama mengenai sejauh mana pengawasan terhadap peredaran miras di lingkungan masyarakat, khususnya yang berpotensi menjangkau pelajar.

“Kita perlu melihat persoalan ini secara lebih luas. Bukan hanya siapa yang ada dalam video, tetapi bagaimana seorang pelajar bisa memperoleh miras dan siapa yang memungkinkan akses tersebut terjadi. Dari sana harus dilakukan evaluasi dan pembenahan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi,” tuturnya.

Andi menambahkan, keterlibatan masyarakat juga diperlukan dalam membantu pemerintah melakukan pengawasan. Masyarakat dapat menyampaikan informasi apabila menemukan dugaan peredaran miras yang menyasar lingkungan pelajar, sehingga dapat segera ditindaklanjuti oleh pihak berwenang.

“Pengawasan masyarakat menjadi bagian penting. Pemerintah tidak mungkin bekerja sendiri. Jika ada indikasi peredaran miras yang menyasar anak-anak atau pelajar, masyarakat harus berani melaporkan melalui saluran yang tersedia agar dapat segera ditindaklanjuti,” jelas Andi.

Andi pun mengapresiasi respons cepat Pemerintah Kota Depok setelah persoalan tersebut mencuat. Andi secara khusus memberikan apresiasi kepada Wali Kota Depok dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Depok yang langsung bergerak melakukan penertiban terhadap peredaran miras.

“Pemuda Muhammadiyah Kota Depok mengapresiasi respons cepat Wali Kota Depok dan Satpol PP Kota Depok yang langsung bergerak menindaklanjuti persoalan ini. Langkah tersebut penting untuk memastikan peredaran miras dapat dikendalikan dan tidak mudah diakses oleh pelajar maupun anak-anak,” kata Andi.

Respons tersebut ditindaklanjuti Satpol PP Kota Depok dengan operasi terhadap peredaran miras pada Senin (14/9/2026). Dalam operasi tersebut, petugas berhasil mengamankan sebanyak 1.972 botol miras.

“Diamankannya hampir dua ribu botol miras dalam satu operasi menunjukkan bahwa pengawasan dan penindakan memang harus dilakukan secara serius dan berkelanjutan. Kami berharap langkah cepat ini tidak berhenti pada operasi sesaat, tetapi dilanjutkan dengan pengawasan rutin, penindakan terhadap pelanggaran, serta penguatan pencegahan agar miras tidak menyasar generasi muda,” pungkas Andi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *