DEPOKNETWORK.CO – Presidium Parade (Pergerakan Relawan Demokrasi) menilai Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan sebagai salah satu figur paling menonjol di Kabinet Prabowo–Gibran, setelah hasil survei nasional menempatkannya sebagai Menko berkinerja terbaik.
Dalam keterangan resminya di Jakarta, Kamis (16/10), Michael Roberto, Presidium Parade, menyebut capaian tersebut menggambarkan keseriusan Zulkifli Hasan dalam membangun sistem pangan nasional yang tangguh, terkoordinasi, dan berkeadilan sosial.
“Kinerja Bapak Zulkifli Hasan patut diapresiasi. Beliau berhasil menjaga stabilitas harga bahan pokok, memperkuat cadangan pangan nasional, dan memimpin koordinasi lintas kementerian dengan efektif,” ujar Michael.
Menurut Michael, konsistensi Zulkifli Hasan dalam memastikan ketersediaan pangan di tengah situasi global yang tidak menentu menjadi faktor utama meningkatnya kepercayaan publik terhadap kinerjanya.
Ia menilai, langkah-langkah strategis yang ditempuh Menko Pangan berhasil menekan gejolak harga dan memberi rasa aman bagi masyarakat.
“Dalam konteks ekonomi rakyat, kebijakan pangan yang stabil adalah bentuk perlindungan sosial yang paling nyata. Zulkifli Hasan memahami hal itu dan mengeksekusinya dengan sangat baik,” tambahnya.
Parade juga menyoroti sejumlah inisiatif penting yang diinisiasi Kemenko Pangan, seperti program pemetaan lumbung pangan daerah, revitalisasi lahan pertanian produktif, serta optimalisasi distribusi logistik pangan antarwilayah.
Program-program tersebut, menurut Parade, menjadi pondasi penting bagi pencapaian visi Presiden Prabowo dalam mewujudkan kedaulatan pangan nasional.
“Beliau tidak sekadar menyiapkan kebijakan, tapi membangun sistem. Itu yang membedakan antara birokrat biasa dengan pemimpin yang punya visi,” ungkap Michael.
Presidium Parade berharap capaian Menko Pangan dapat menjadi inspirasi bagi menteri-menteri lain dalam memperkuat kolaborasi antar sektor dan menghadirkan kebijakan yang langsung menyentuh kepentingan rakyat.
“Kita butuh lebih banyak sosok seperti beliau, yang mengerti arah kebijakan sekaligus memahami denyut kehidupan masyarakat di lapangan,” tutup Michael Roberto.





