Momentum Hari Kesaktian Pancasila, Affandi Affan: Generasi Muda Harus Jadi Penjaga Nilai Kebangsaan

oleh -27 Dilihat
oleh
Sekretaris PP Pemuda Muhammadiyah, Affandi Affan.

DEPOKNETWORK.CO – Peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang jatuh pada 1 Oktober menjadi momentum refleksi penting bagi seluruh rakyat Indonesia, khususnya generasi muda. Sekretaris Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah sekaligus Managing Partners Serambi Law Firm, Affandi Affan, menegaskan bahwa pemuda memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga nilai-nilai Pancasila sebagai fondasi kebangsaan.

Menurut Affandi, Pancasila tidak hanya sebatas ideologi dasar negara, tetapi juga pedoman hidup yang harus dihayati dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Generasi muda, kata dia, perlu hadir sebagai benteng ideologi di tengah derasnya arus globalisasi dan penetrasi nilai asing yang dapat mengikis jati diri bangsa.

“Generasi muda harus jadi penjaga nilai kebangsaan. Pancasila adalah warisan luhur pendiri bangsa yang tidak boleh hanya diperingati secara seremonial, tetapi harus diwujudkan dalam sikap, tindakan, dan karya nyata,” ujar Affandi Affan di Jakarta, Rabu (1/10/2025).

Affandi menambahkan bahwa tantangan ideologi saat ini lebih halus, masuk melalui ruang digital, budaya populer, hingga pola pikir instan. Karena itu, literasi ideologi dan penguatan karakter kebangsaan menjadi hal mendesak untuk membentengi generasi muda dari pengaruh yang dapat melemahkan nasionalisme.

“Hari ini, ancaman terhadap Pancasila bukan lagi dalam bentuk fisik semata, melainkan infiltrasi nilai yang bertentangan dengan semangat persatuan. Pemuda harus adaptif, kritis, dan inovatif, tetapi tetap teguh pada Pancasila sebagai pedoman moral dan kebangsaan,” tegasnya.

Sebagai bagian dari Pemuda Muhammadiyah, Affandi menekankan pentingnya kolaborasi pemuda lintas sektor untuk menghadirkan gerakan kebangsaan yang relevan dengan zaman.

“Momentum Hari Kesaktian Pancasila ini harus kita jadikan sarana untuk memperkokoh komitmen bersama. Generasi muda harus hadir sebagai solusi, menjadi motor perubahan, dan memastikan Pancasila tetap hidup di setiap denyut nadi bangsa Indonesia,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *