DEPOKNETWORK.CO – Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha merupakan faktor penting dalam mendorong kebangkitan UMKM di Indonesia.
“Kita butuh kolaborasi nyata dari para pengusaha yang telah melewati banyak pengalaman termasuk jatuh bangun dalam dunia usaha, pengalaman ini diperlukan agar kita bersama bisa membesarkan UMKM Indonesia,” kata Maman dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Rabu (06/08/2025) pagi.
Lebih lanjut, Menteri Maman menekankan tiga isu utama yang sedang menjadi fokus pemerintah, yakni percepatan perizinan dan sertifikasi, akses pembiayaan dan perluasan akses pasar, termasuk ekspor.
Terkait sertifikasi seperti halal dan izin BPOM, Maman mengatakan kementeriannya sedang mendorong percepatan proses agar UMKM dapat segera memiliki legalitas yang meningkatkan daya saing mereka, baik di pasar domestik maupun global.
Di sisi pembiayaan, selain dukungan dari skema formal pemerintah, Maman mengatakan juga membuka ruang partisipasi asosiasi usaha seperti Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) untuk menjadi mitra bisnis langsung bagi UMKM.
Selain itu, Maman juga menyoroti program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai peluang besar bagi pengusaha UMKM untuk masuk ke dalam rantai pasok program tersebut.
Program itu, menurut Menteri Maman, potensial untuk mendorong keterlibatan UMKM di berbagai daerah sebagai penyedia bahan pangan berkualitas.
Lebih jauh, Maman melanjutkan, pentingnya membuka akses pasar ekspor bagi UMKM, tanpa mengesampingkan aspek kualitas dan keberlanjutan pasokan.
“Kita tidak hanya bicara ekspor. Kita juga bicara tentang kontrol kualitas dan ‘sustainability’ pasokan. UMKM harus naik kelas, tapi tetap menjaga mutu dan keberlanjutan,” pungkasnya.





