Menteri UMKM Maman: 2.600 Produk UMKM Penyintas Banjir Sumatera Tembus 7,4 Juta Transaksi di E-commerce

oleh -49 Dilihat

DEPOKNETWORK.CO – Kementerian usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) menyediakan platform digital untuk mendorong pemulihan ekonomi pelaku UMKM di lokasi terdampak banjir Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Utara. Kegiatan di platform tersebut, sudah beroperasi 5 Minggu.

“Kita menyiapkan satu platform digital khusus bekerjasama dengan beberapa e-commerce, khusus untuk menjual produk-produk barang dari Sumut, Aceh, dan Sumbar. Per hari ini sudah berjalan kurang lebih 5 minggu. Alhamdulillah sudah ada kurang lebih 2.600 produk nya (dipasarkan),” ujar Menteri UMKM Maman Abdurahman usai rapat koordinasi Penyaluran KUR Pascabencana Sumatera di Kantor Gubernur Sumut, Rabu (11/3/2026).

 Menurutnya 2.600 produk yang dipasarkan, berasal dari 2.400 UMKM di lokasi terdampak bencana. Total dari platform tersebut kini kurang lebih sudah terjadi 7,4 juta transaksi.

“Dari hasil yang kita cek, memang yang paling besar transaksinya itu ada di Sumatera Barat, lalu paling rendah di Aceh, dan nomor 2 Sumatera Utara,” kata Maman.

Mulai memperluas akses pasar digital, hingga memfasilitasi alat kerja bagi pelaku UMKM. Kegiatan tersebut dilakukan bersama Kementerian Perdagangan.

“(support) Kementerian Perdagangan juga sudah berjalan untuk memberikan, misalnya rehabilitasi pasar, pembersihan pasar, dan segala macamnya. Lalu ( memberikan) alat-alat kebutuhan untuk pengusaha-pengusaha di pasar untuk jualan,” tutur Maman.

Lalu Maman juga mengatakan, akibat musibah banjir ini sebanyak 193.000 UMKM yang menggunakan KUR (Kredit Usaha Rakyat), terdampak bencana.

Rinciannya di Sumut sekitar 44.000 debitur, Sumbar 27.000 debitur dan Aceh kurang lebih 121.000 debitur. Terkait hal ini pemerintah menyiapkan sejumlah skema relaksasi kredit bagi debitur KUR.

Kebijakan ini meliputi masa tenggang pembayaran, perpanjangan tenor pinjaman, restrukturisasi kredit, hingga keringanan bunga.

Kemudian kata Maman pada tahun pertama pemerintah, memberikan bunga pinjaman 0 persen bagi UMKM terdampak bencana.

“Tahun ini dihilangkan, 0% (suku bunganya) jadi tidak dibebankan bunga. Tahun depan nanti staging naik ke 3%,” ujar Maman.

Lebih lanjut, Maman menjelaskan, dalam proses relaksasi bantuan, pihaknya bekerjasama dengan bank mengidentifikasi mana-mana saja UMKM yang betul-betul tidak punya kemampuan membayar.

“Per hari ini sudah dipetakan yang tidak sama sekali memiliki kemampuan membayar, ada kurang lebih 44 ribu. Jadi dari 193 ribu itu, ada 44 ribu UMKM yang memang sudah betul-betul tidak memiliki kemampuan membayar,” imbuh Maman.

Kendati demikian kata Maman, proses pendataan masih dilakukan pihaknya hingga 31 Maret 2026. Tujuannya untuk memastikan berapa jumlah pasti pelaku usaha yang membutuhkan bantuan pemulihan ekonomi.

“Jadi insyaallah, tadi kenapa kita kumpulkan, kita evaluasi, apabila ada yang kurang-kurang segala macam, kita mau tuntaskan,” pungkas Maman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *