Jutaan UMKM Terdampak Bencana Aceh-Sumatera, Menteri Maman: Kita Pulihkan agar Ekonomi Membaik

oleh -27 Dilihat

DEPOKNETWORK.CO – Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman memastikan, tahap rekonstruksi dan pemulihan ekonomi bagi UMKM terdampak bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, akan dimulai pada 9 Januari 2026.

“Kami mulai melakukan aktivasi pasar serta bergotong royong membersihkan warung dan toko di seluruh wilayah terdampak. Tujuannya agar perekonomian masyarakat kembali bergerak,” ujar Maman usai i rapat koordinasi tingkat menteri bersama Menko Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar di Jakarta, Rabu, 7 Januari 2026. 

Berdasarkan pendataan Kementerian UMKM bersama pemerintah daerah dan lembaga keuangan, terdapat 2.304.297 UMKM yang terdampak bencana di tiga provinsi tersebut. Upaya pemulihan usaha para UMKM akan difasilitasi melalui delapan Klinik UMKM Bangkit yang tengah disiapkan di Banda Aceh, Pidie, Pidie Jaya, Aceh Utara, Aceh Tamiang, Tapanuli Tengah, Medan, dan Padang.

Sesuai pendataan per 9 Desember 2025, tercatat lebih dari 200.000 UMKM merupakan debitur Kredit Usaha Rakyat (KUR). Maman menyampaikan, pemerintah akan memberikan relaksasi kredit bagi UMKM terdampak sesuai hasil pemetaan yang dilakukan bersama bank penyalur dan lembaga penjamin KUR.

Pemulihan ekonomi di tiga provinsi juga dilakukan melalui reaktivasi pasar rakyat dan pembersihan wilayah terdampak bencana, dengan dukungan 1.132 personel IPDN dan Aparatur Sipil Negara (ASN). 

“Pemulihan UMKM ini ibarat sirkulasi darah dalam tubuh. UMKM harus mendapat layanan agar bisa kembali berproduksi. Setelah itu, kita bantu pemasarannya dan mendorong masyarakat membeli produk UMKM sehingga ekonomi daerah kembali bergerak,” kata Maman.

Maman menambahkan, Kementerian UMKM akan melakukan pemantauan dan pemetaan secara menyeluruh terhadap seluruh UMKM terdampak. Sehingga program pemulihan berjalan komprehensif di tiga provinsi tersebut. Upaya ini dilaksanakan melalui koordinasi dengan Kemenko Pemberdayaan Masyarakat untuk memastikan pemberdayaan ekonomi berjalan efektif dan berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *