Hari Anak Nasional 2025, Winda Agus Wulandari: Anak Bukan Objek, Mereka Subjek yang Harus Dilindungi dan Didengar

oleh -42 Dilihat
oleh

DEPOKNETWORK.CO – Dalam momentum peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2025, aktivis perlindungan anak sekaligus Anggota Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik Pimpinan Daerah Muhammadiyah (LHKP PDM) Kota Depok, Winda Agus Wulandari, menyerukan pentingnya memposisikan anak bukan sekadar objek kebijakan, tetapi sebagai subjek yang memiliki hak suara dan perlindungan menyeluruh dalam kehidupan sosial.

Menurut Winda, meski berbagai kebijakan perlindungan anak telah diterbitkan, praktik di lapangan masih menunjukkan banyaknya pelanggaran hak anak, mulai dari kekerasan dalam rumah tangga, eksploitasi ekonomi, hingga maraknya paparan konten negatif di ruang digital.

“Anak-anak kita bukan statistik dalam laporan tahunan. Mereka adalah manusia yang punya hak untuk tumbuh dengan aman, bahagia, dan bermartabat. Sayangnya, suara mereka sering kali diabaikan,” tegas Winda dalam keterangannya, Selasa (23/07/2025).

Winda yang aktif dalam gerakan advokasi anak lintas komunitas juga menyampaikan bahwa keluarga merupakan benteng pertama dan utama perlindungan anak. Ia mengingatkan bahwa pembiaran terhadap kekerasan emosional, pengabaian, maupun tekanan berlebihan di rumah dapat melukai masa depan generasi bangsa.

“Hari Anak Nasional seharusnya menjadi pengingat serius bahwa setiap anak berhak tumbuh tanpa ketakutan. Ini tanggung jawab kolektif—orang tua, guru, negara, media, hingga organisasi masyarakat,” tambahnya.

Lebih lanjut, Winda mendorong pemerintah agar memperkuat sistem pelaporan dan penanganan kasus kekerasan anak yang mudah diakses, cepat, dan ramah terhadap korban. Ia juga menekankan pentingnya pendidikan berbasis hak anak di sekolah dan komunitas sebagai langkah preventif yang tak bisa ditunda.

“Kita tidak bisa bicara tentang bonus demografi tanpa memperbaiki kualitas perlindungan anak. Pendidikan yang tidak mengajarkan empati dan keadilan hanya akan mencetak generasi yang lelah dan penuh luka,” ujar Winda.

Sebagai aktivis yang kerap terlibat dalam pendampingan kasus anak korban kekerasan, Winda Agus Wulandari berharap agar peringatan HAN 2025 menjadi momentum konsolidasi nasional untuk memperkuat budaya ramah anak dalam semua lini kehidupan—dari keluarga, pendidikan, hingga ruang publik dan digital.

“Mari kita jaga anak-anak, bukan hanya dengan kasih sayang, tetapi juga dengan kebijakan yang berpihak dan lingkungan yang melindungi. Karena masa depan Indonesia ditentukan oleh bagaimana kita memperlakukan anak-anak hari ini,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *