DEPOKNETWORK.CO – Momentum Hari Lahir ke-53 Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) menjadi refleksi penting bagi seluruh elemen kepemudaan untuk memperkuat persatuan, kolaborasi, dan kontribusi nyata dalam pembangunan bangsa. Dewan Pimpinan Daerah (DPD) KNPI Kota Depok mengajak seluruh organisasi kepemudaan dan generasi muda untuk menjadikan KNPI sebagai rumah besar pemuda yang inklusif, progresif, dan berorientasi pada karya.
Ketua DPD KNPI Kota Depok, Tomy Sitorus, mengatakan bahwa usia ke-53 KNPI harus dimaknai sebagai momentum memperkuat konsolidasi gerakan kepemudaan dalam menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks. Menurutnya, pemuda tidak cukup hanya menjadi penonton dalam proses pembangunan, tetapi harus menjadi aktor utama yang menghadirkan gagasan, inovasi, dan solusi bagi masyarakat.
“Tema ‘Persatuan Pemuda untuk Depok Maju, Jabar Istimewa, Indonesia Emas 2045’ bukan sekadar slogan, melainkan komitmen bersama untuk menyatukan energi pemuda dalam membangun daerah dan bangsa. KNPI harus menjadi ruang kolaborasi yang mampu menghimpun seluruh potensi pemuda tanpa melihat latar belakang organisasi, profesi, maupun perbedaan pandangan,” ujar Tomy Sitorus.
Tomy menegaskan, Kota Depok memiliki potensi besar dari sisi bonus demografi. Oleh karena itu, pemuda harus dibekali kapasitas kepemimpinan, kemampuan berinovasi, serta semangat kewirausahaan agar mampu menjadi penggerak pembangunan di tingkat lokal maupun nasional.
“Pemuda hari ini adalah penentu wajah Indonesia pada tahun 2045. Karena itu, KNPI harus hadir sebagai laboratorium kepemimpinan yang melahirkan generasi muda berintegritas, adaptif terhadap perkembangan teknologi, memiliki kepedulian sosial, dan mampu bersaing di tingkat global,” tambahnya.
Sementara itu, Sekretaris DPD KNPI Kota Depok, Andi Maulana, menilai Hari Lahir ke-53 KNPI juga menjadi momentum untuk mentransformasi organisasi kepemudaan agar semakin relevan dengan kebutuhan generasi muda saat ini. Menurutnya, tantangan pemuda tidak lagi sebatas persoalan organisasi, tetapi juga berkaitan dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia, literasi digital, kewirausahaan, hingga partisipasi dalam perumusan kebijakan publik.
“KNPI harus mampu bertransformasi menjadi organisasi yang adaptif, inovatif, dan berdampak. Sudah saatnya orientasi gerakan kepemudaan tidak hanya berfokus pada kegiatan seremonial, tetapi juga menghadirkan program-program yang mampu meningkatkan kapasitas pemuda, menciptakan peluang ekonomi, serta memperluas ruang partisipasi generasi muda dalam pembangunan,” kata Andi Maulana.
Menurut Andi, semangat persatuan yang menjadi ruh KNPI harus diwujudkan melalui kolaborasi lintas organisasi kepemudaan, komunitas, perguruan tinggi, dunia usaha, dan pemerintah. Dengan sinergi tersebut, berbagai tantangan pembangunan dapat dihadapi secara bersama melalui inovasi dan kerja nyata.
“Kami ingin KNPI menjadi rumah besar bagi seluruh pemuda Kota Depok. Rumah yang tidak hanya mempersatukan, tetapi juga melahirkan pemimpin-pemimpin muda yang memiliki kapasitas, integritas, serta komitmen untuk memberikan manfaat bagi masyarakat. Ketika pemuda bersatu dan bergerak bersama, maka cita-cita Depok Maju, Jawa Barat Istimewa, hingga Indonesia Emas 2045 bukanlah sesuatu yang mustahil untuk diwujudkan,” pungkasnya.





