DEPOKNETWORK.CO – Momentum Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 dimanfaatkan Ketua KNPI Kota Depok, Tomy Sitorus, untuk mendorong penguatan sinergi antara sektor pendidikan dan kepemudaan. Tomy menilai, kolaborasi yang solid menjadi kunci dalam menyiapkan generasi muda Depok yang unggul, berkarakter, dan adaptif terhadap tantangan zaman.
Menurut Tomy, pendidikan tidak bisa berjalan sendiri tanpa keterlibatan aktif pemuda sebagai subjek utama pembangunan. Oleh karena itu, peringatan Hardiknas harus dimaknai sebagai ruang refleksi sekaligus aksi bersama dalam memperkuat ekosistem pendidikan yang inklusif dan progresif.
“Hardiknas bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara dunia pendidikan dan kepemudaan. Pemuda harus menjadi bagian aktif dalam proses pendidikan, bukan hanya sebagai penerima, tetapi juga sebagai penggerak perubahan,” ujar Tomy dalam keterangannya, Sabtu (2/5/2026).
Ia menegaskan, tantangan pendidikan saat ini semakin kompleks seiring perkembangan teknologi dan arus informasi yang begitu cepat. Karena itu, diperlukan pendekatan yang lebih adaptif dengan melibatkan organisasi kepemudaan, komunitas, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.
“Generasi muda hari ini hidup di era digital yang penuh disrupsi. Maka pendidikan harus mampu bertransformasi, dan di sinilah peran organisasi kepemudaan seperti KNPI untuk menjembatani kebutuhan tersebut, termasuk dalam mendorong literasi digital dan kesadaran hukum,” jelasnya.
Tomy juga menyoroti pentingnya pendidikan karakter sebagai fondasi utama dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki integritas dan tanggung jawab sosial. Menurutnya, nilai-nilai seperti kejujuran, disiplin, dan kepedulian harus menjadi bagian integral dalam proses pendidikan.
“Kita tidak hanya bicara soal capaian akademik, tetapi juga bagaimana membentuk karakter pemuda yang berintegritas. Pendidikan harus mampu melahirkan generasi yang tidak hanya pintar, tetapi juga memiliki kesadaran hukum dan etika dalam kehidupan bermasyarakat,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia mendorong adanya ruang-ruang kolaboratif antara sekolah, perguruan tinggi, dan organisasi kepemudaan dalam mengembangkan program-program edukatif yang relevan dengan kebutuhan generasi muda. Program seperti pelatihan kepemimpinan, literasi hukum, hingga edukasi kewirausahaan dinilai penting untuk memperkuat kapasitas pemuda.
“Sinergi ini bisa diwujudkan melalui berbagai program kolaboratif. KNPI siap menjadi mitra strategis bagi pemerintah dan institusi pendidikan dalam membangun ekosistem pembelajaran yang lebih kontekstual dan berdampak,” katanya.
Selain itu, Tomy juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mendukung penguatan sektor pendidikan di Kota Depok. Ia menilai, keberhasilan pendidikan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif dari seluruh lapisan masyarakat.
“Pendidikan adalah tanggung jawab bersama. Kita semua memiliki peran untuk memastikan generasi muda Depok mendapatkan akses pendidikan yang berkualitas dan berkeadilan,” ujarnya.
Menutup pernyataannya, Tomy berharap momentum Hardiknas 2026 dapat menjadi titik awal bagi lahirnya gerakan bersama dalam memperkuat peran pemuda di sektor pendidikan.
“Semoga Hardiknas tahun ini menjadi energi baru bagi kita semua untuk terus berkolaborasi. Dengan sinergi yang kuat antara pendidikan dan kepemudaan, kita optimistis dapat melahirkan generasi Depok yang unggul, berdaya saing, dan berkontribusi nyata bagi bangsa,” pungkasnya.





