Didukung Kementerian UMKM, UKB Bandar Lampung Bantu UMKM Tekan Biaya Produksi

oleh -35 Dilihat

DEPOKNETWORK.CO – Keberadaan Unit Kemasan Bersama (UKB) di Kota Bandar Lampung semakin menunjukkan peran strategisnya dalam menopang keberlangsungan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Sejak Januari hingga saat ini, UKB telah melayani sedikitnya 187 pelaku UMKM. Aktivitas layanan bahkan meningkat signifikan saat hari besar keagamaan, khususnya saat Idul Fitri, ketika permintaan produk UMKM melonjak.

Kehadiran UKB merupakan kolaborasi nyata antara Kementerian UMKM dan Pemerintah Kota Bandar Lampung. Pada tahun 2023, Kementerian UMKM yang saat itu bernama Kementerian Koperasi dan UKM turut memperkuat peran UKB Kota Bandar Lampung melalui pemberian bantuan hibah peralatan pengemasan yang lengkap dan terintegrasi. Mulai dari mesin pengemasan dasar, perangkat pencetakan dan labeling, mesin produksi kemasan seperti die cut, laminasi, dan lainnya, hingga peralatan pendukung berupa timbangan digital, dan komputer desain grafis.

”Dengan kolaborasi ini, UMKM tidak hanya memperoleh kemasan yang fungsional, tetapi juga memiliki tampilan yang menarik dan berdaya saing tinggi di pasar, dengan harga yang lebih murah”, ujar Reghi Perdana, Staf Ahli Menteri UMKM saat kunjungan kerjanya (Kamis, 23 April 2026).

Pemerintah Kota Bandar Lampung menyediakan gedung dan membiaya operasional UKB termasuk pembayaran staf UKB yang diantaranya terdapat ahli design grafis. ”Kehadiran ahli design grafis tidak yang membantu UMKM mendesign kemasan semata, namun lebih dari itu, kehadirannya menerjemahkan nilai produk dalam bentuk visual yang menarik dan menjual”, imbuh Reghi.

“Kami didukung oleh pemerintah kota, ada subsidi. Ini memungkinkan UMKM mendapatkan kemasan yang tidak hanya murah, tetapi juga berkualitas dan menarik,” kata Ferdinan Manajer UKB.

Sebagai contoh, kotak kue ongkos produksinya Rp. 400 per piece. UKB menjual kepada UMKM hanya sebesar Rp. 500 per piece. Keunggulan lain yang ditawarkan UKB adalah fleksibilitas jumlah produksi. Berbeda dengan percetakan konvensional yang umumnya menetapkan minimal pemesanan hingga 500 piece, UKB mampu melayani pesanan dalam jumlah kecil mulai dari 50 piece.

Dalam pandangan Reghi, keberadaan UKB menjadi semakin relevan di tengah tekanan global, termasuk dampak konflik seperti Konflik Israel-Iran yang turut memengaruhi rantai pasok dan harga bahan baku kemasan.

”Keberadaan UKB menjadi solusi nyata bagi UMKM di tengah kenaikan harga kemasan akibat dinamika global. Adanya dukungan pemerintah menjadikan harga kemasan UKB lebih kompetitif. Keberadaan UKB membantu UMKM tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu meningkatkan daya saing produknya,” ujarnya. Ia juga mendorong agar inisiatif serupa dapat direplikasi secara lebih luas di berbagai daerah di Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *