Menteri UMKM: Klinik UMKM Bangkit Percepat Pemulihan Ekonomi Aceh, Sumut, dan Sumbar

oleh -26 Dilihat

DEPOKNETWORK.CO – Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman mengungkapkan bahwa program pendampingan bagi pengusaha UMKM terdampak bencana di wilayah Sumatera menunjukkan perkembangan positif.

Menurut Menteri Maman, langkah pemulihan yang dijalankan pemerintah berhasil mendorong peningkatan aktivitas ekonomi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pascabencana yang terjadi pada akhir November 2025.

“Kementerian UMKM terus mendorong pergerakan ekonomi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat agar pengusaha UMKM dapat segera bangkit dan kembali produktif,” ujar Maman dalam Rapat Koordinasi Satuan Tugas Pemulihan Pascabencana Sumatera bersama pimpinan DPR RI di Kompleks Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Rabu (18/2/2026).

Sebagai bagian dari penugasan Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera, Kementerian UMKM meluncurkan layanan Klinik UMKM Bangkit.

Program ini memberikan pendampingan menyeluruh bagi pelaku usaha terdampak, mulai dari:

  • akses pembiayaan,
  • dukungan produksi, hingga fasilitasi pemasaran produk.
  • Kolaborasi dengan Marketplace Digital

Dalam mendukung pemasaran, Kementerian UMKM menggandeng sejumlah platform digital seperti Shopee, Tokopedia, TikTok Shop, dan Lazada untuk membuka kanal belanja khusus produk UMKM dari tiga provinsi terdampak.

Sejak diluncurkan pada pertengahan Januari 2026, program tersebut mencatat kenaikan nilai penjualan hingga 27,5 persen.

Hingga 11 Februari 2026, tercatat: 3,5 juta transaksi, 2.128 item produk, dari 2.059 pengusaha UMKM.

Produk yang paling diminati meliputi pakaian, makanan, kerajinan tangan, serta perlengkapan kecantikan.

Data transaksi menunjukkan pemulihan yang relatif cepat di Sumatera Utara dan Sumatera Barat.

Sumatera Utara: 1,35 juta transaksi

Sumatera Barat: 2 juta transaksi

Aceh: 16,8 ribu transaksi

Menteri Maman menilai angka di Aceh mengindikasikan pelaku UMKM mulai berproduksi kembali meski masih menghadapi kendala operasional.

Restrukturisasi KUR untuk 201 Ribu Debitur

Berdasarkan pemetaan bersama sejumlah lembaga keuangan seperti BSI, BRI, Mandiri, BNI, BPD Aceh, dan Pegadaian per 17 Februari 2026, tercatat:

201.953 debitur KUR terdampak bencana,

total outstanding mencapai Rp12,19 triliun.

Rinciannya:

Aceh: 125,2 ribu debitur (Rp7,38 triliun)

Sumatera Utara: 53,2 ribu debitur (Rp3,06 triliun)

Sumatera Barat: 28,4 ribu debitur (Rp1,79 triliun)

Para debitur memperoleh kemudahan berupa restrukturisasi pinjaman, masa tenggang, relaksasi agunan, hingga usulan penghapusan kredit sesuai Permenko Nomor 2 Tahun 2026.

Selain skema perbankan, pemerintah juga menyiapkan BanPres Rehabilitasi Usaha Mikro bagi pelaku UMKM yang belum memiliki akses perbankan.

Bantuan modal usaha sebesar Rp3 juta per penerima direncanakan diberikan kepada 200.000 usaha mikro terdampak bencana.

“Pengusaha UMKM yang belum memiliki akses perbankan perlu mendapat perhatian khusus agar pemulihan berlangsung merata,” tegas Menteri Maman.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian selaku Ketua Satgas menyampaikan bahwa aktivitas pasar rakyat mulai pulih.

Di Aceh, 99 dari 116 pasar rakyat telah kembali beroperasi. Sementara itu: seluruh pasar di Sumatera Utara (47 unit) berfungsi normal, seluruh pasar di Sumatera Barat (3 unit) juga telah aktif kembali. Sekitar 66 persen usaha kafe, warung, dan toko terdampak di Aceh juga sudah kembali berjualan.

“Pasar dan UMKM merupakan indikator penting pergerakan ekonomi daerah. Ketika keduanya kembali hidup, maka harapan pemulihan ekonomi masyarakat semakin nyata,” ujar Tito.

Langkah terpadu antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, lembaga keuangan, dunia usaha, serta platform digital menunjukkan bahwa pemulihan UMKM pascabencana bukan sekadar respons darurat, tetapi strategi terukur untuk menjaga ketahanan ekonomi nasional.

Melalui kolaborasi yang konsisten, pelaku UMKM di wilayah terdampak diharapkan tidak hanya pulih, tetapi juga tumbuh lebih kuat dan berdaya saing.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *