Milad ke-113 Muhammadiyah, Rizki Apriwijaya Dorong Generasi Muda Terlibat dalam Dakwah dan Pendidikan

oleh -32 Dilihat
oleh

DEPOKNETWORK.CO – Peringatan Milad ke-113 Muhammadiyah disambut penuh antusias oleh berbagai elemen masyarakat, termasuk generasi muda yang menjadi pilar penting dalam keberlangsungan gerakan dakwah dan pendidikan.

Momentum peringatan tahun ini tidak hanya menjadi refleksi sejarah perjuangan Persyarikatan, tetapi juga ajakan untuk memperkuat kontribusi dalam membangun kemajuan bangsa.

Rizki Apriwijaya menyampaikan apresiasi atas peran besar Muhammadiyah dalam mencerdaskan kehidupan bangsa melalui pendidikan, kesehatan, serta kerja sosial kemasyarakatan yang terus berlangsung hingga kini.

Rizki menyebut bahwa perjalanan panjang Muhammadiyah menjadi bukti nyata dari komitmen untuk menghadirkan nilai Islam yang berkemajuan.

Rizki secara khusus menekankan pentingnya keterlibatan anak muda dalam melanjutkan estafet gerakan Persyarikatan.

“Milad ke-113 ini harus menjadi pengingat bahwa gerakan dakwah dan pendidikan Muhammadiyah perlu terus dikawal oleh generasi muda. Mereka bukan hanya penerus, tetapi juga penggerak utama di masa depan,” ujar Rizki.

Menurutnya, tantangan global saat ini membutuhkan kualitas sumber daya manusia yang unggul, bukan hanya dalam aspek intelektual, tetapi juga spiritual dan moral.

“Kita ingin melihat semakin banyak anak muda Muhammadiyah yang berani mengambil peran — aktif di amal usaha, menggerakkan kegiatan sosial, terlibat dalam literasi dan pendidikan, serta membawa semangat Islam berkemajuan ke ruang-ruang publik,” tambahnya.

Rizki juga menyampaikan bahwa kontribusi pemuda Muhammadiyah sangat strategis dalam merespons perubahan zaman di era teknologi dan digitalisasi.

Rizki menilai pemuda memiliki kelebihan dalam kreativitas, kemampuan adaptasi, dan pemikiran progresif yang sangat dibutuhkan dalam dakwah kekinian.

“Generasi muda jangan hanya menjadi penonton, tetapi harus tampil sebagai aktor dakwah yang relevan dengan perkembangan zaman. Di sekolah, kampus, komunitas digital, hingga masyarakat luas ruang dakwah dan pendidikan terbuka sangat lebar,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *