Menbud Fadli Zon dan Prof. El-Awaisi Bahas Peran Indonesia dalam Diplomasi Budaya Dunia Islam

oleh -27 Dilihat
oleh
Sumber foto: MarkazInayah.com
Sumber foto: MarkazInayah.com

DEPOKNETWORK.CO, Jakarta — Wacana pembangunan Museum Palestina–Indonesia kian menguat setelah Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Fadli Zon berdialog dengan akademisi terkemuka asal Palestina, Prof. Dr. Abd al-Fattah El-Awaisi, di Museum Nasional Indonesia, Jakarta, Rabu (22/10).

Dalam diskusi tersebut, Fadli Zon menyebutkan bahwa museum ini akan menjadi ruang pembelajaran sejarah dan kebudayaan dua bangsa yang terikat solidaritas kemanusiaan. Salah satu lokasi yang tengah dipertimbangkan adalah kawasan Masjid Istiqlal, yang dinilai memiliki makna simbolik kuat bagi semangat kemerdekaan dan nilai spiritual bangsa Indonesia.

“Museum ini tidak hanya menjadi monumen solidaritas, tetapi juga pusat pembelajaran dan refleksi perjuangan kemanusiaan rakyat Palestina,” ujar Fadli Zon.

Pertemuan itu juga dihadiri Prof. Dr. Abd al-Fattah El-Awaisi, akademisi asal Palestina yang dikenal sebagai pakar studi Baitul Maqdis sekaligus Fellow of the Royal Historical Society (UK).
Prof. El-Awaisi menilai, inisiatif pendirian museum ini sejalan dengan semangat Indonesia dalam memimpin diplomasi kebudayaan dunia Islam.

“Bangsa yang merdeka bukan hanya yang bebas secara politik, tetapi juga yang merdeka dalam pemikiran dan sejarahnya,” tegas Prof. El-Awaisi.

Menurutnya, diplomasi kebudayaan seperti ini adalah bentuk jihad intelektual—sebuah perjuangan untuk membebaskan dunia dari penjajahan narasi dan distorsi sejarah. Ia pun menyambut rencana kerja sama riset antara Indonesia dan Palestina yang digagas dalam pertemuan tersebut, khususnya penelitian mengenai peran Indonesia sejak masa kemerdekaan hingga Konferensi Asia Afrika 1955 di Bandung.

Turut hadir dalam kesempatan itu KH. Fahmi Salim, Direktur Baitul Maqdis Institute, yang menilai diplomasi budaya adalah langkah beradab untuk memperkuat perjuangan Palestina. “Kebudayaan adalah bahasa universal yang menyatukan perjuangan umat,” ujarnya.

Rencana pembangunan Museum Palestina–Indonesia diharapkan menjadi warisan diplomasi kebudayaan Indonesia yang tak hanya menghubungkan sejarah dua bangsa, tetapi juga memperluas peran kampus dan masyarakat ilmiah—terutama di Depok—dalam memperjuangkan kemerdekaan pemikiran dan solidaritas global. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *