Mendikdasmen Abdul Mu’ti Napak Tilas di Madrasah Muhammadiyah Semarang

oleh -29 Dilihat
oleh

DEPOKNETWORK.CO – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti napak tilas di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Muhammadiyah Semarang, Kelurahan Wonosari, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, Rabu sore (9/4/2025).

Di madrasah inilah Prof. Mu’ti biasa melatih para aktivis Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Semarang semasa mahasiswa, sekitar 35 tahun silam. Kunjungan ini dilakukan setelah kunjungan kerjanya di UIN Walisongo Semarang.

“Di madrasah ini dulu kita mengadakan kegiatan bagi kader IMM,” terang Abdul Mu’ti mengenang saat menjadi aktivis mahasiswa di IAIN Walisongo (sekarang UIN Walisongo).

Alumnus Fakultas Tarbiyah memulai kiprahnya di Muhammadiyah pertama kali di IMM IAIN Walisongo tahun 1987. Lalu ia ditunjuk menjadi Ketua Pimpinan Cabang IMM Semarang periode 1991-1992. Selanjutnya 1993 sampai 1994 terpilih sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah IMM Jawa Tengah.

MI Muhammadiyah Semarang saat itu menjadi tempat favorit bagi aktivis IMM IAIN Walisongo untuk kegiatan pelatihan maupun pertemuan. Berdiri sejak tahun 1977 di atas lahan 2.190 meter persegi, madrasah ini mempunyai area yang cukup lapang lengkap dengan masjid. Selain itu, lokasinya relatif dekat dengan kampus IAIN Walisongo sehingga aksesnya terjangkau oleh mahasiswa.

Di depan jajaran guru, pengurus madrasah, Pimpinan Muhammadiyah dan Aisyiyah setempat, Abdul Mu’ti merasa terharu. Akhirnya ia bisa kembali menjejakkan kaki di madrasah tempat pertama kali berlatih menempa diri sebagai kader Muhammadiyah.

Menteri terbaik versi survei Celios ini berharap MI Muhammadiyah Semarang semakin maju ke depan. Bisa menjadi madrasah yang megah.

“Megah dalam arti mempunyai fasilitas pendidikan yang layak untuk menunjang pendidikan,” cetusnya.

Apalagi secara luas lahan madrasah sudah cukup memadai untuk standar sekolah dasar. Lahannya sudah di atas dua ribu meter persegi, kata dia.Karenanya Abdul Mu’ti meminta pihak madrasah menyiapkan masterplan pembangunan sekolah dengan baik.

“Jadi pengembangannya harus menyeluruh. Jangan sepotong-sepotong, asal membangun,” ujarnya.

Pada akhir kunjungan, Abdul Mu’ti secara simbolis juga memberikan bantuan untuk pembangunan madrasah. Bantuan tersebut diterima langsung oleh Kepala MI Muhammadiyah Semarang husnul Chotimah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *